Perusahaan Tetris Merespons Gim 'Build the Wall' Bergaya Tetris dari Gedung Putih
Perusahaan Tetris mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam gim browser 'Build the Wall' milik Gedung Putih dan sedang meninjau masalah tersebut setelah gim itu mendapat perbandingan dengan gim klasik susun-blok mereka.
Machine-translated into Bahasa Indonesia. Read the English original.

Arkade daring baru milik Gedung Putih telah menarik respons resmi dari perusahaan di balik Tetris. Salah satu dari lima gim browser, "Build the Wall," menggunakan format susun-blok dan meminta pemain untuk "melindungi perbatasan dari gerombolan yang datang," sebuah premis yang sangat mengingatkan pada gim puzzle klasik tersebut.
Pada 4 September, akun resmi Tetris mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam pembuatan gim tersebut dan menambahkan bahwa mereka "menanggapi pelanggaran hak cipta dengan sangat serius." Perusahaan tersebut juga mengatakan kepada awak media bahwa mereka sedang meninjau masalah ini. Belum ada gugatan yang diumumkan.
Halaman arkade Gedung Putih mencantumkan "Build the Wall" bersama "Flappy Bill," "Rio Run," "Supply Line," dan "Trump Savings Tycoon." Gim-gim tersebut menggunakan presentasi bergaya retro untuk mempromosikan bagian dari agenda administrasi. Tetris memposting tanggapannya melalui akun X resminya.
Isu utamanya adalah otorisasi, bukan sekadar kemiripan visual. Tetris adalah merek dan gim terdaftar, sementara Gedung Putih belum mengatakan bahwa perusahaan tersebut melisensikan desain, branding, atau konsep dasarnya. Pernyataan perusahaan tersebut tidak menetapkan adanya pelanggaran hukum, tetapi menandakan bahwa asosiasi tersebut ditangani dengan serius.
Pendapat Kami
Tanggapan tersebut mengubah kontroversi gim politik yang viral menjadi potensi sengketa kekayaan intelektual. Halaman Gedung Putih tetap daring, dan langkah penting berikutnya adalah tindakan resmi Tetris atau tanggapan yang diumumkan dari administrasi. Sampai saat itu, kesimpulan teraman adalah bahwa Tetris telah keberatan dan mengatakan sedang meninjau masalah tersebut—bukan bahwa pengadilan telah menemukan pelanggaran.
Keep the signal
Community
Discussion · 0
Be the first to add a thoughtful response.